Bisnis

Catat, Swiss akan Produksi Kereta Api di Banyuwangi – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia– Perusahaan produsen kereta api Swiss Stadler Rail telah menandatangani perjanjian investasi dengan PT INKA dalam bentuk pendirian perusahaan joint venture untuk mambangun pabrik kereta api di Banyuwangi.

- Advertisement -

Penandatangan perjanjian tersebut dilakukan oleh Govt Chairman Stadler Rail Peter Spuhler dan Presiden Direktur PT INKA Budi Noviantoro disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Duta Besar RI Muliaman D Hadad. Penandatangan ini dilakukan tanggal 20 September 2019 di kantor pusat Stadrail Rail di Bussnang, Swiss.

Baca Juga:  Catat! Jiwasraya, Krakatau Steel, & 4 Janji Erick-BGS-Tiko - CNBC Indonesia

Menteri BUMN Rini Sumarno mengatakan bahwa investasi ini sangat mendukung program pembangunan sarana transportasi di Indonesia di mana quantity penumpang kereta api terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Sementara itu, Duta Besar RI Muliaman D Hadad menyatakan disamping mendapatkan investasi dan alih teknologi serta memenuhi kebutuhan kereta api di Indonesia, produksi perusahaan joint venture ini juga mempunyai peluang besar untuk di ekspor ke negara di kawasan.

- Advertisement -

Untuk tahap pertama, full nilai investasi akan mencapai US$ 100 juta untuk memproduksi 125 gerbong per tahun yang akan ditingkatkan menjadi 1000 gerbang per tahun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menjadi pembeli utama produksi perusahaan joint venture ini.

Baca Juga:  Esemka Sempat Umumkan Pembukaan Showroom, Lokasi di Kompleks Pabrik, Tapi Kok Sepi? - Otomania.com

Pabrik akan dibangun di space seluas 83 Ha di kota Banyuwangi yang mempunyai pelabuhan laut sejauh 3 km dari lokasi pabrik. Pembangunan pabrik diperkirakan akan selesai pada tahun 2020.

Untuk mendukung pengembangan SDM guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri ini, Stadler Rail akan mendirikan sekolah vokasi perkeretaapian di Indonesia.

“Ini adalah kesepakatan investasi Swiss yang pertama setelah penandatanganan Indonesia – EFTA Total Economic Partnership Agreement (IE CEPA) bulan Desember 2018” ujar Duta Besar RI Muliaman D Hadad, seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (21/9/2019)

Baca Juga:  SUV Murah Suzuki: Bagian Belakang Ramping dan Sederhana - Otomotif Tempo.co

menambahkan diharapkan kerjasama ini akan mendorong kerjasama investasi di sektor lainnya antara kedua negara.

(roy/roy)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close