Berita

Berkenalan dengan Marsudi Wahyu Kisworo, Saksi KPU di Sidang MK

Masasih.id – Salah satu saksi yang menjadi sorotan dalam Sidang Sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 20 Juni 2019 adalah Marsudi Wahyu Kisworo. Dia merupakan saksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan pakar Informasi Teknologi.

Profesor IT ini menjadi sorotan karena kerap melontarkan penyataan yang bisa mencairkan suasana sidang. Di awal sidang, Marsudi leluasa dan lancar menjelaskan pengetahuannya tentang arsitektur sistem perhitungan atau Situng KPU, yang dibangunnya pada 2003 silam.

“Saya selaku pakar security selalu mengatakan, sistem apapun bisa saya jebol. Bahkan tadi saya bercanda, saya enggak perlu tanya password WiFi MK, saya bisa tembus saja. Tapi nanti saya ditangkap,” ujar Marsudi diikuti tawa peserta sidang MK pada Kamis, 20 Juni 2019.

Baca Juga:  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Mengutip dari blog pribadinya, marsudi.wordpress.com, Marsudi lahir di Kediri, 28 Oktober 1958. Meski lahir di Kediri, pria ini tumbuh besar di Ponorogo. Sebab, kedua orang tuanya pindah dari Kediri ketika Marsudi berumur tiga tahun.

Lulus SMA pada 1978, ia memutuskan kuliah di Institut Teknologi Bandung. Marsudi mengambil Jurusan Teknik Elektro, spesialisasi Teknik dan Sistem Komputer. Tamat dari ITB tahun 1983, ia bekerja di Jakarta yaitu di PT Elnusa.

Dalam blog tersebut, Marsudi menulis selain bekerja di perusahaan, ia juga mengajar di beberapa perguruan tinggi swasta. Seperti, STMIK Bina Nusantara, STMIK Budi Luhur, dan lain-lain. Bahkan di STMIK Bina Nusantara, ia pernah menjadi ketua Jurusan Teknik Komputer.

Baca Juga:  Di Sidang MK, Ketua KPU Banggakan Situng Indonesia Pertama di Dunia

Pada 1989, Marsudi melanjutkan kuliah di Curtin University of Technology, Perth, Australia dengan sponsor dari Australian International Development Assistance (AIDAB). “Program 2.5 tahun saya selesaikan 1 tahun. Makanya kemudian dengan nyali besar dan pede saya minta lanjut ke program S3 karena saya masih punya jatah 1.5 tahun,” kata Marsudi. Makanya, pada Oktober 1992, Marsudi sudah menyelesaikan S3 di bidang Teknologi Informasi.

Baca Juga:  Jadwal dan Lokasi Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadhan 2019

Marsudi merupakan satu dari beberapa orang dari yang terdiri dari ilmuwan dan praktisi informatika dari ITB, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada yang merancang Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng KPU pada 2003.

Dalam salah satu bagian blognya, Marsudi mengatakan Situng KPU dibuat setransparan mungkin. Ia berkali-kali menulis bahwa Situng tak berkaitan dengan rekapitulasi manual. Makanya ia berkata, “Sekali lagi, mau ribuan, jutaan, miliaran, triliunan kesalahan atau apapun namanya di Situng, atau seandainya Situng dihancurkan sekalipun, tidak ada pengaruhnya terhadap penghitungan suara manual berjenjang.”

Sumber: Tempo.co

Tags

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker