Bisnis

AS Tidak Fine-fine Saja, Tapi Apakah Sampai Semi-Resesi? – CNBC Indonesia


Jakarta, CNBC Indonesia –Perekonomian Amerika Serikat (AS) memang sedang bermasalah. Serangkaian facts memberi konfirmasi bahwa kondisi ekonomi Negeri Adidaya jauh dari kata baik-baik saja.

- Advertisement -
Info yang mengguncang pasar baru-baru ini adalah aktivitas manufaktur. Pada September, angka Shopping Managers’ Index (PMI) manufaktur AS versi Institute for Offer Administration (ISM) adalah 47,8. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 49,1.

Baca Juga:  8 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Makan Siang - 1Health

Angka PMI di bawah 50 menunjukkan industriawan tidak melakukan ekspansi. Selain itu, skor 47,8 adalah yang terendah sejak Juni 2009.

- Advertisement -

Credit rating Suisse menilai saat ini AS sudah memasuki fase yang disebut semi-resesi. Info manufaktur yang lemah dan facts-facts lainnya yang blended membuat ekonomi AS berada di tengah-tengah antara sehat dan sakit.

Baca Juga:  Investor Mulai Ragu Masuk Emas, Meski Harga Naik tapi Labil - CNBC Indonesia

“Saat investor berdebat apakah AS sudah resesi atau belum, kami meyakini bahwa situasi ini lebih baik disebut semi-resesi. Risiko yang mengarah ke resesi semakin jelas,” kata Jonathan Golub, Chief US Equity Strategist di Credit rating Suisse, seperti diberitakan CNBC World.

Neatly, semi-resesi ini adalah istilah baru. Agak sulit untuk diperdebatkan karena memang ini barang baru, belum pernah dikemukakan sebelumnya.

Baca Juga:  Awas Tidak Semua Pelek Bisa Dipasang Ban Tubeles, Ini Cirinya - Semua Halaman - Motor Plus

Akan tetapi, menggunakan istilah resesi (walau ditambah dengan kata ‘semi’) memang menarik perhatian. Apakah performa ekonomi Negeri Paman Sam sejelek itu sampai-sampai diberi value resesi (walau ditambah dengan kata ‘semi)?

(BERLANJUT KE HALAMAN 2)

(aji/aji)

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close