Bisnis

Amerika Serikat Diambang Resesi Ekonomi, Berikut 9 Indikator yang Patut Dicermati – Tribunnews


TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Saat ini mayoritas wargaAmerika Serikatmencemaskan, perekonomian negara mereka akan jatuh ke jurang resesi.

- Advertisement -

Melansir CNBC, sebagai salah satu indikasinya, hasil pencarian di Google seacrh menunjukkan, kecemasan akan resesi kian meningkat sejak akhir Juli lalu.

Pada waktu itu, the Federal Reserve memangkas suku bunga acuan untuk kali pertama sejak terjadi krisis finansial.

Baca Juga:  Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Luhut: Memang Siapa Dia - CNBC Indonesia

Semua data yang datang ke investor dari segala penjuru menunjukkan sinyal resesi akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan perang dagang antara AS dan China.

- Advertisement -

Baca:Valuasi Tinggi Tapi Asetnya Minim, INDEF Ingatkan Startup Bisa Memicu Krisis Ekonomi

Perlambatan ekonomi global menekan financial institution sentral di seluruh dunia untuk menekan suku bunga acuannya di stage terendah. Di sisi lain, perang dagang antara Washington dan Beijing menjadi sentimen pemberat bisnis.

Baca Juga:  Jawa Barat Peringkat 2 Jumlah Investor Terbanyak di Indonesia - ayobandung.com

Mengevaluasi indikator ini bukan perkara mudah.

Banyak ekonom, money manager dan analis tidak sepakat mengenai seberapa sehat atau tidak sehat ekonomi AS sebenarnya dan apakah ekspansi yang terjadi beberapa tahun terakhir akan terus berlanjut.

Berikut adalah sejumlah indikator resesi utama yang mengeluarkan sinyal merah:

1. Pasar obligasi

Hal yang paling banyak dibicarakan mengenai pasar obligasi adalah terjadinya kurva yield terbalik.

Baca Juga:  Lagi, Amerika Serikat Keok dari China di Bidang Ini! - VIVA - VIVA.co.id

Di tengah melorotnya suku bunga di pasar obligasi AS, tingkat yield untuk surat utang AS bertenor 10 tahun telah melorot di bawah yield surat utang bertenor 2 tahun. Kejadian ini berlangsung beberapa kali sejak 14 Agustus lalu.

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close