Bisnis

Akibat Perang Dagang, Banyak Perusahaan Hengkang dari Tiongkok – BeritaSatu


Jakarta, Beritasatu.com– Di tengah-tengah perang dagang antara AS dan Tiongkok, banyak perusahaan-perusahaan Asia yang merelokasi pabrik mereka ke luar Tiongkok untuk menghindari dampak kenaikan tarif impor.

- Advertisement -

Tren relokasi ini banyak terjadi di sektor permesinan dan elektronik yang didominasi perusahaan asal Taiwan dan Jepang. Menurut analisa Nomura, sebanyak 56 perusahaan melakukan relokasi pabrik.

Perang dagang AS-Tiongkok sudah berlangsung selama setahun lebih. AS menuduh Tiongkok melakukan pencurian kekayaan intelektual sehingga AS menaikkan tarif impor, yang kemudian dibalas oleh Tiongkok. Kedua belah pihak menaikkan tarif impor untuk produk-produk bernilai ratusan miliar dolar.

Baca Juga:  Melesat, PLN Cetak Laba Rp 10,8 T di Kuartal III-2019 - CNBC Indonesia

Taiwan menjadi salah satu negara yang diuntungkan dengan tren relokasi/reshoring ini. Menurut catatan Nomura sekitar 40 perusahaan berencana merelokasi pabrik mereka kembali ke Taiwan. Perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan insentif pinjaman bunga rendah untuk menutupi biaya relokasi.

- Advertisement -

Beberapa perusahaan Taiwan yang berencana pulang kampung adalah produsen circuit board Flexium dan Quanta. Perusahaan pembuat cip terbesar kedua, SK Hynix, dari Korea Selatan juga berencana merelokasi sebagian fasilitas modul mereka kembali ke Korsel.

Baca Juga:  IHSG anjlok akibat hengkangnya dana asing kemarin, bagaimana dengan ramalan hari ini? - Kontan

Mitsubishi Electric dari Jepanga memindahkan pabrik mereka dari Dalian di Tiongkok ke Nagoya, Jepang. Toshiba Machine dan Komatsu juga melakukan hal serupa.

Tiga sektor yang mendominasi tren relokasi adalah sektor elektronik, sektor pakaian jadi, sepatu dan tas, dan sektor peralatan listrik.

Dari Asia Tenggara, Vietnam dan Thailand juga menikmati efek samping perang dagang. Vietnam mampu menarik perusahaan dari sektor tekstil, sektor barang konsumsi, hingga elektronik. Di luar Asia, Meksiko juga menjadi negara tujuan perusahaan-perusahaan yang hendak merelokasi pabriknya.

Baca Juga:  Suhu Perang Dagang Meninggi, Wall Street Dibuka Terbakar - CNBC Indonesia

Menurut riset Nomura, meski terjadi relokasi, kekuatan Tiongkok sebagai negara manufaktur tidak terlalu terdampak karena memiliki pasar domestik yang besar dan kemampuan memproduksi dalam kapasitas besar yang belum bisa tersaingi negara lain.

Sumber: CNBC

Sumber

Looks like you have blocked notifications!
- Advertisement -
Tags
- Advertisement -
Back to top button
Close