Beranda » Berita Terkini » 9 dari 10 Anak Kurang Serat, Gangguan Pencernaan Mengintai – CNN Indonesia

9 dari 10 Anak Kurang Serat, Gangguan Pencernaan Mengintai – CNN Indonesia

by Jefri Kurniawan
0 views
9 dari 10 Anak Kurang Serat, Gangguan Pencernaan Mengintai – CNN Indonesia

9 dari 10 Anak Kurang Serat, Gangguan Pencernaan MengintaiBuah bisa menjadi sumber serat sehat untuk anak. (Foto: jill111/Pixabay)

               Jakarta, CNN Indonesia -- Anak perlu nutrisi&nbsp;lengkap untuk menopang&nbsp;<strong><span><a href="https://www.cnnindonesia.com/tag/tumbuh-kembang-anak"><span>tumbuh kembang</span></a></span></strong>yang maksimal, seperti karbohidrat, protein, serat, lemak, dan juga beragam diet serta mineral. Namun, riset terbatas yang dilakukan oleh Fatimah A. dkk (2018) justru menemukan 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat, yang akhirnya membuat nutrisi tidak seimbang.

Riset yang dilakukan di Jakarta dan melibatkan 103 anak ini mendapati, hampir semua anak tidak mendapat asupan serat yang cukup. Rata-rata anak hanya mendapat asupan serat sebanyak 4,7 gram. Angka ini jauh dariInstructed Dietary Intake(RDI). Kementerian Kesehatan merekomendasikan RDI sebanyak 16 gram untuk anak usia 1-3 tahun.

Baca Juga:  Pekan Depan, Laporan Keuangan Emiten Jadi Sentimen IHSG - Bisnis.com

Kebutuhan serat anak ikut bertambah seiring bertambah usia. Usia 4-6 tahun anak perlu serat sebanyak 22 gram, usia 7-9 tahun sebanyak 26 gram dan anak usia 10-12 tahun sebanyak 30 gram. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, anak-anak perlu dibiasakan untuk mengonsumsimakanan tinggi serat.

“Riset malah menemukan konsumsi protein dan lemak lebih tinggi dari konsumsi serat. Ini mengkhawatirkan. Kasusgastrohepatologi kebanyakan karena kekurangan serat,” kata Frieda Handayani, konsultangastrohepatologianak saat temu media danbloggerbersama Bebelac Gold di Almond Zucchini, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Kaya Serat, Buah Markisa Bisa Bikin Cepat Langsing - VIVA - VIVA.co.id

Kasusgastrohepatologisendiri adalah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan kesehatan sistem pencernaan. Kekurangan serat disebut menjadi salah satu ‘dalang’ dari gangguan pencernaan yang kerap terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa.

Riset ini mungkin terbatas pada satu wilayah. Meski demikian, ini bisa menjadi gambaran asupan serat penduduk Indonesia. Mengutip knowledge Riskesdas 2018, sebanyak 95,5 persen penduduk Indonesia kekurangan konsumsi serat.

Orang tua dinilai menjadi faktor penting yang mempengaruhi kebiasaan konsumsi serat pada anak. Frieda memberikan beberapa alasan anak kurang konsumsi serat. Pertama, orang tua kurang edukasi mengenai kebutuhan serat anak. Kedua, orang tua tidak terbiasa mengonsumsi bahan pangan mengandung serat.

Baca Juga:  Kurang aktivitas fisik berpotensi alami penyakit tidak menular - ANTARA

“Waktunya kita ubahmindset, mulai dari orang tuanya,” imbuhnya.

Kurangnya asupan serat pada anak bisa berdampak gangguan pencernaan, mulai dari sembelit hingga kanker kolon. Serat sendiri berfungsi sebagai antiinflamasi atau melindungi sel dari peradangan. Saat asupan serat kurang, sel mudah meradang dan memicu kanker.

Serat bisa diperoleh dari sayur, buah serta kacang-kacangan.

“Saya sarankan, bahan makanan sebaiknya dikukus daripada direbus agar nutrisi tetap ada,” kata Frieda.

[Gambas:Video CNN](els/ayk)

              </div>


          </div><br><a href="https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190903150123-255-427152/9-dari-10-anak-kurang-serat-gangguan-pencernaan-mengintai" class="crf_nowrap button purchase" rel="nofollow noopener noreferrer" target="_blank">Sumber</a>

Artikel Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More